www.ozankicaumania.com

Wednesday, 22 May 2019

Perbedaan Ef Kroto Dan Ulat Bambu Untuk Kacer

Perbedaan EF Kroto dan Ulat Bambu untuk Kacer – Sobat kicau mania kacer nusantara, Extra Fooding (EF) yang sanggup juga kita artikan sebagai makanan pemanis merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan kacer momongan kita di perlombaan. Sebagai kicau mania yang cerdas dan mau berfikir keras kita harus memahami bahwa dari sekian banyak EF yang ada, tentu tidak semuanya baik untuk kacer momongan kita alasannya masing-masing EF niscaya mempunyai kandungan yang berbeda-beda. Diantara banyak EF yang ada di kalangan kacer mania, dua jenis EF yang paling sering diberikan yakni kroto dan ulat bambu. Nah, pada artikel ini akan aku kupas tuntas ihwal perbedaan antara kroto vs ulat bambu yang aku asumsikan cocok tuk burung berfigter tinggi (tipe panas).

Saya akan menjelaskan perbedaan dari dua EF di atas dengan sebuah cerita. Dahulu setting harian terbaik kacer momongan aku yang berjulukan Dewa Mabuk (DM) yakni dengan pemeberian jangkrik (JK) 3 / 2, harian diablak, mandi seminggu 2 kali, dan jemur dengan durasi sekitar 15 menit. Saat lomba, sumbangan JK tetap sama, mandikan setiap akan naik, JK 2 plus ulat bambu 2 ekor. DM memang mempunyai jiwa fighter yang tinggi namun ia tidak menyukai kroto selain kroto yang ukurannya besar-besar. Suatu saat terjadi kelangkaan ulat bambu, sehingga aku menggantinya dengan memperlihatkan kroto telor besar-besar sebanyak 5-7 butir. Dengan setting yang menyerupai ini, aku amati balasannya tak semaksimal saat aku berikan ulat bambu.
Dari teladan kasus di atas dan didukung dengan beberapa pengamatan yang lain, sanggup aku katakan bahwa semua EF itu mempunyai imbas masbodoh atau panas yang sangat bervariasi. Ketika kroto tidak bisa meredam emosi yang terlalu tinggi, maka cobalah naikan takaran dinginnya dengan memperlihatkan ulat bambu atau ulat pisang, begitu juga dengan burung bertipe figter rendah (tipe dingin). Ulat hongkong (UH) itu cenderung berefek panas. Jika jumlah 5 ekor UH belum bisa mengangkat performanya, coba berikan 10 – 20 ekor. Jika tetap tidak bisa mengangkat performanya, coba berikan EF yang berefek lebih panas semisal dengan mencoba memperlihatkan ulat sangkar dan begitu seterusnya.
Perbedaan EF Kroto dan Ulat Bambu untuk Kacer
Kesimpulannya, huruf emosi individu setiap burung berbeda-beda dan masing-masing EF juga mempunyai imbas masbodoh atau panas yang sangat bervariasi. Ulat bambu mempunyai takaran mendinginkan yang lebih berpengaruh dibandingkan kroto sementara ulat sangkar mempunyai takaran memanaskan yang lebih tinggi dibandingkan UH. Maka dari itu, mustahil sanggup aku tentukan jumlah EF pada setting rawatan harian yang paling sesuai dengan kondisi burung Anda. Jadi, mulailah fikirkan siapakah yang harus tahu seberapa banyak dan EF jenis apa yg cocok tuk burung anda? Silahkan difikirkan batasan-batasan dari rawatan yang sudah aku share di grup. Anda hanya dituntut untuk sanggup memahami dan melaksanakan penyesuaian yang sempurna dari apa yang pernah aku tulis dari pengalaman langsung saya.

Anda tidak aku paksa mempercayai ilmu saya, tetapi Anda juga tidak berhak menghakimi apa yang aku percayai. Paling tidak, cobalah menghargai dan tidak gampang menyalahkan apa yang dipercayai seseorang tanpa memahami esensinya. Apalagi berkoar di belakang persis menyerupai ibu-ibu komplek yang sedang ngerumpi di tukang sayur. CPI GARIS KERAS!!!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Perbedaan Ef Kroto Dan Ulat Bambu Untuk Kacer

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Jiaka Ada Komentar Jangan Ragu Ragu !!!