www.ozankicaumania.com

Sunday, 26 May 2019

Menguak Misteri Kacer Yang Brubah Performa Saat Pindah Tangan

Menguak Misteri Kacer yang Berubah Performa Ketika Pindah Tangan – Ok, mungkin bnyak diantara KM yang galau dengan fenomena berikut ini. Ada kalanya saat kita mengadopsi burung kacer dari rumahan yang yummy dilihat, buka ekor, skill tidak mengecewakan tapi perawatan asalan kita kemudian optimis bisa memperbaikinya dan menempatkan ia di jalur prestasi dengan memperbaiki rawatan harian, aplikasi EF, dan jemur. Namun, sayangnya yang terjadi kemudian yaitu seteleh kita beli burung tersebut dan kemudian kita rawat burung tersebut bukan semakin bagus, tapi justru tambah ancur performanya. Mengapa hal ibarat ini kerap terjadi?

Karna sifat manusiawi biasanya berfikir sperti ini, saat melihat burung rumahan (dari petani) dengan kondisi kotoran menumpuk di sangkar dan nampak tidak terurus tapi performanya selalu on buka ekor di rumah dan ditrekpun ok maka angan-angan di otak kita niscaya akan memprediksi bahwa dengan kondisi sperti itu (tidak ada rawatan maksimal) saja performa burung sudah cukup baik, apalagi kalau terkena rawatan EF, mandi & jemur teratur, dll? Pasti burung tersebut akan tambah ok. (itu fikiran manusiawi).
Tapi, surve menunjukan (menurut  pengamatan saya dan sharing pengalaman dari banyak rekan-rekan KM) sehabis burung tersebut dirawat ala perawat orisinil (rawatan si pak tani) plus embel-embel rawatan pengaplikasian  EF, mandi, & jemur teratur, si burung tidak menunjukkan perkembangan yang positif, tapi justru cenderung negatif. Sobat KM, ini biasanya terjadi lantaran ketidak tauan kita sendiri.
Mari kita kupas venomena ini secara seksama. Mengapa burung yang dalam kasus ini saya ilustrasikan tadinya milik pak tani dengan tidak makan EF, tidak mandi, dan cuma jemur saja bisa ok? Sementara saat ada embel-embel rawatan versi si pembeli yang terjadi justru penurunan performa si burung? Inti permasalahan ini sesungguhnya yaitu kejelian untuk melihat huruf kacer itu sendiri. Pada gambaran persoalan di atas, burung yang memiliki dasar tipe dingin dengan rawatan apa adanya yang diterapkan pak tani ibarat itu (dengan tidak adanya pemandian) sudah cukup untuk membentuk emosi. Terlebih lagi, berdasarkan pengamatan saya, kacer tipe hirau taacuh sudah punya modal untuk memunculkan birahinya mesti tidak memakan EF sama sekali.

Lebih jauh lagi, mungkin juga muncul pertanyaan “Mengapa sehabis dirawat dengan penambahan contoh rawatan si pembeli performa burung menurun?” Jawabannya yaitu Karna dalam gambaran kasus di atas burung bertipe dingin yang sudah dalam kondisi pas antara birahi dan emosinya, justru diberikan treatment mandi dan aplikasi EF. Nah pada posisi ibarat ini hal yang umumnya akan terjadi yaitu kondisi dimana birahi lebih mendominasi dibandingkan emosinya sehingga terjadilah masalah-masalah sperti mbalon, ngak responsif, nyiblek, dll.

Lalu, bagaimana mengatasi persoalan perubahan performa kacer pada kasus ini?

Pertama kalau mndapat materi sperti ini, Jangan sekali-kali dimandikan sebelum kita menambah durasi jemurnya. Penambahan durasi penjemuran disebabkan lantaran ada kontribusi EF dimana kondisi sebelumnya yaitu nol EF. Harus ada penyesuaian saat kontribusi EF dilakukan, maka durasi penjemuran ditambah. Setelah itu lihat perkembangannya, jangan hingga birahi diatas emosinya. Setelah semua berjalan dengan baik, barulah berikan pemandian seminggu sekali. Selalu awasai langkah demi langkah ini, jangan hingga birahi diatas emosi. Lakukan langkah-langkah ini sambil terus menerus melaksanakan penilaian hingga kita mengetahui berapakah kebutuhan mandi  si burung untuk setting rawatan dalam satu ahad dengan melaksanakan penambahan sedikit demi sdikit atau pengurangan sesuai kondisi.
Berbeda halnya kalau kita punya pengalaman sebaliknya, saat kita menerima celeng rumahan yang saat di rumh sang pemilik hanya membisu dengan rawatan ala pak tani yang alakadarnya, kemudian bermetamorfosis ok performanya saat dirawat dengan contoh rawatan yang sesungguhnya dengan mempertimbangkan kontribusi EF, mandi, dan penjemurannya. Dalam kasus ini, yang terjadi pun sebaliknnya lantaran materi yang kita sanggup itu bisa digolongkan burung yang bertipe panas atau emosi tinggi sehingga begitu terkena EF dan mandi maka balasannya semakin bagus.
Menguak Misteri Kacer yang Berubah Performa Ketika Pindah Tangan Menguak Misteri Kacer yang Brubah Performa Ketika Pindah Tangan
Misteri Kacer yang Brubah Performa 
Nah kesimpulannya saat kita mengambil materi dari pak tani (pak tani yaitu gambaran perawat kacer yang hanya merawat dengan alakadarnya tanpa mempertimbangkan kontribusi EF, durasi penjemuran, dan intensitas mandi) maka untuk menilai materi itu, kita harus jeli untuk membaca suhu udara di kawasan tersebut sperti apa sementara kita merawat di suhu sperti apa. Semuanya harus diadaptasi dengan rawatan dan karakternya. Mungkin kita kini ngak perlu lagi memisterikan hitam putih. Mesteri itu sesungguhnya terjadi karna ketidak mauan kita untuk berfikir lebih keras. IBI BK

Baca Juga 
Mengapa Kacer yang Berpindah Lokasi Berubah Performanya?
Tips Kicau Kacer Lainnya DI SINI.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Menguak Misteri Kacer Yang Brubah Performa Saat Pindah Tangan

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Jiaka Ada Komentar Jangan Ragu Ragu !!!