www.ozankicaumania.com

Wednesday, 22 May 2019

Efek Extra Fooding (Ef) Jangkrik (Jk) Pada Kacer

Efek Extra Fooding (EF) Jangkrik (JK) pada Kacer – Extra Fooding (EF) atau bisa juga kita sebut sebagai makanan perhiasan untuk mendukung performa kacer di lapangan merupakan salah satu factor penting yang harus diperhatikan oleh setiap kicau mania yang menginginkan momongannya berprestasi. Nah terkusus untuk kacer, EF yang umumnya diberikan yaitu kroto, ulat hongkong, ulat daun pisang, jangkrik, dll. Jika pada diskusi sebelumnya kita sudah membahas wacana perbedaan EF Kroto dan Ulat Bambu, pada kesempatan ini bahasan kita akan terkhusus pada EF jangkrik.


Extra Fooding Jangkrik

Sudah bukan diam-diam lagi dan telah saya bahas sebelumnya secara singkat bahwa fungsi EF jangkrik atau yang lebih dikenal dengan kependekan “JK” yaitu untuk menambah power (suara) dan  stamina pada burung kacer. Akan tetapi, apakah anggapan ini berlaku untuk semua burung? Tipe burung kacer yang menyerupai apa yang sanggup dimaksimalkan performanya dengan memperlihatkan JK ini? Tipe burung yang menyerupai apa yang justru akan bermasalah jikalau JK ini diberikan? Semua pertanyaan-pertanyaan ini sering saya temui dalam diskusi-diskusi seputar kicau baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Oleh karenanya, kali ini saya anggap perlu untuk memperlihatkan kajian dan klasifikasi lengkap terkait hal ini.
Tak sanggup dipungkiri dan sudah menjadi akidah kicau mania pada umumnya bahwa fungsi JK yaitu untuk menambah power pada burung, tetapi marilah kita diskusikan lebih dalam wacana kebenaran anggapan ini. Berdasarkan pengalaman saya, JK memang mutlak sanggup menambah power jikalau diberikan pada burung kacer bertipe panas. Seandainya si burung bisa mengonsumsi JK satu emberpun setiap hari, kondisi ini tidak akan menaikan birahi dan akan tetap baik untuk menambah power. Pada kacer tipe panas, biasanya birahinya sanggup dinaikkan dengan memperlihatkan kroto. Jika dukungan kroto tetap tidak bisa menaikan birahinya, maka coba naikan level pendorong birahinya dengan dukungan ulat bambu atau ulat daun pisang.
Akan tetapi jikalau JK diberikan pada burung bertipe cuek apakah fungsi JK itu tetap untuk mendongkrak power? Menurut saya jawabanya yaitu belum tentu. Sudah beberapa kali saya sampaikan bahwa pada burung bertipe dingin, JK tidak benar-benar sanggup dimaksimalkan untuk menambah power apalagi dengan dukungan yang over. Dengan dukungan JK yang over pada kacer bertipe cuek yang terjadi biasanya yaitu justru menaikan birahi.
 atau bisa juga kita sebut sebagai makanan perhiasan untuk mendukung performa kacer di lapa Efek Extra Fooding (EF) Jangkrik (JK) pada Kacer
Efek Extra Fooding (EF) Jangkrik (JK) pada Kacer 

Jadi ksimpulanya, fungsi semua EF itu sanggup kita maksimalkan jikalau kita berikan pada tipe burung yang tepat. JK akan menambah power jikalau diberikan pada burung kacer bertipe panas akan tetapi tidak terlalu maksimal jikalau diaplikasikan pada kacer bertipe dingin. Di sinilah kita dtuntuntut cerdas dalam mengkaji. Jangan semua kajian yang sudah bertaburan di gogle itu dimakan mentah-mentah meski tanpa ada klasifikasi yang riil dan masuk akal. Ok tidak usah panjang-panjang wacana klasifikasi 1 jenis EF ini. Nanti kita sambung lagi di artikel episode selanjutnya. Aku padamu semua sobatku warga CPI emmuaaahhhh!!!! CPI GARIS KERAS!!! IBIBK

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Efek Extra Fooding (Ef) Jangkrik (Jk) Pada Kacer

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Jiaka Ada Komentar Jangan Ragu Ragu !!!