IBX5A4F6EC5C6AFD Penangkaran Burung Pleci - Breeding Burung Pleci Menggunakan Sangkar Gantung

Ozankicaumania 50 Jenis Burung Kicau - Menyadari pentingnya memahami karakteristik pada tiap-tiap jenis burung kicau, Blog ini akan membantu Untuk memahanmi 50 Jenis Burung Kicau Lengkap dengan Tips Perawatanya.

Penangkaran Burung Pleci - Breeding Burung Pleci Menggunakan Sangkar Gantung

Penangkaran Burung Pleci - Breeding Burung Pleci Menggunakan Sangkar Gantung
Penangkaran Burung Pleci - Breeding Burung Pleci Menggunakan Sangkar Gantung

Tahap pertama 

Memilih dan mempersiapkan calon indukan. Sebelum memilih calon indukan ada baiknya kita mengetahui perbedaan antara jantan dan betina,selama ini patokan yang saya gunakan untuk membedakan jenis kelamin  jantan dan betina pada burung pleci adalah dari vent nya, vent jantan mempunyai  bentuk yang menonjol keatas sedangkan betina cenderung datar atau rata dengan  perut. namun kondisi seperti itu juga di pengaruhi dari tingkat kematangan kelamin dan kesehatan burung tersebut.cara yang lebih mudah adalah dengan membedakan dari kemampuan burung tersebut dlm berkicau,krn biasanya hnya pleci berjenis kelamin jantan yang bisa berkicau/ngriwik sedangkan betinanya tidak.

Syarat utama untuk calon indukan yang akan digunakan untuk breeding sebaiknya yang sudah cukup umur atau usia diatas 1 tahun dan sudah terbiasa dengan aktivitas manusia disekitarnya (jinak lalat). untuk indukan jantan sebaiknya dipilih yang sudah ngalas karena untuk menarik perhatian dan merangsang indukan betina untuk kawin.

Tahap kedua 
Penjodohan.

Setelah kita mendapatkan calon indukan yang akan digunakan untuk breeding,tahap selanjutnya adalah penjodohan calon indukan.

Proses penjodohan di mulai dengan saling mendekatkan sangkar masing-masing indukan selama 1-2 minggu. sangkar indukan di usahakan selalu berdekatan tiap hari,siang dan malam, selama  proses penjodohan asupan makanan yang mengandung protein harus ditingkatkan misalnya pemberian kroto dan ulat hongkong.

saat memasuk hari ke 5 proses penjodohan kita coba menjauhkan kandang kedua calon indukan tanpa saling lihat dan hanya bisa saling dengar,dari situ kita bisa mengukur sejauh mana tingkat penjodohan calon indukan yang sedang kita  jodohkan,apabila kedua calon indukan saling memanggil dgn intensitas “call” yg sering dan utk pejantan tidak jarang akan berkicau dgn lantang dan selalu gelisah mencari pasangannya, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa tahap penjodohan hampir berhasil.

Setelah seharian kita jauhkan kedua calon indukan tadi, malam harinya bisa kita coba mencampurkan kedua calon indukan tadi dengan memasukan calon indukan betina ke sangkar calon indukan jantan sambil kita amati perilaku kedua calon indukan tadi setelah kita satukan.biasanya jantan akan aktif merayu betinanya utk kawin dengan cara berkicau pelan sambil teler, tidak jarang langsung terjadi perkawinan,namun terkadang jantan terlalu agresif dan mengejar betinanya.jika kedua calon indukan terlihat tidak akur atau saling serang lebih baik kita pisahkan lagi dan kita coba lagi 3 hari kemudian

Tahap ketiga
Menyiapkan sangkar untuk breeding.

Untuk sangkar breeding saya menggunakan sangkar dengan ukuran minimal 40cmx30cmx40cm, dalam sangkar kita sediakan sarana seperti tempat pakan & minum,wadah sarang dan bahan sarang.

wadah sarang bisa menggunakan anyaman bambu,kawat ram,atau wadah yg kita buat sendiri dari bahan triplek,wadah sarang bisa berbentuk lingkaran dgn diameter kurang lebih 5-10cm dan bisa juga berbentuk persegi. bahan sarang bisa menggunakan serat nanas atau rumput kering yang mempunyai tekstur yang lembut. bahan sarang kita tempatkan dalam wadah sarang dan dibentuk menyerupai sarang aslinya dan sebagian diletakkan di alas sangkar agar merangsang indukan untuk ber-reproduksi.dalam tahap ini pemberian pakan yg mengandung protein tinggi tetap harus selalu diberikan agar tingkat birahi indukan selalu baik dan jangan lupa penjemuran rutin minimal ½  jam tiap pagi. 

penempatan kandang penangkaran sebaiknya aman dari hewan pengganggu seperti semut dan tikus,serta memiliki sirkulasi udara yang cukup,tidak terlalu panas atau terlalu lembab.

Metode bongkar pasang/campur pisah. 

metode ini dilakukan dengan cara memisahkan indukan jantan dari kandang  penangkaran, malam hari indukan jantan dipisah dari betinanya sampai keesokan harinya dan disatukan lagi setelah rutinitas mandi jemur pagi. atau bisa juga dipisah saat indukan betina akan bertelur yang ditandai dengan membesarnya bagian perut dan seringnya keluar masuk sarang,

metode ini saya gunakan karena berdasarkan pengalaman saya bila indukan jantan disatukan saat masa pengeraman biasanya pada malam hari indukan betinanya enggan mengeram. tapi semua itu tergantung masing-masing karakter indukan.

Masa pengeraman. 

masa pengeraman burung pleci memakan waktu sekitar 11-12 hari. pada masa  pengeraman pemberian pakan yg mengandung protein tinggi seperti kroto dan ulat hongkong bisa dikurangi atau di hentikan untuk pemberian kroto nya.selama  pengeraman indukan tidak perlu dijemur dan juga tidak perlu membersihkan kandang karena akan mengganggu proses pengeraman.

Perawatan setelah telur menetas. 

Saat telur mulai menetas,kita harus senantiasa menyediakan pakan berupa kroto yg cukup dan jangan sampai telat,karena bila pakannya telat indukan akan membuang salah satu anakannya karena mengira pasokan pakan tidak mencukupi untuk membesarkan anakan.

lima hari pertama adalah masa kritis untuk anakan pleci maka dari itu kita usahakan agar pasokan pakan dalam keadaan segar selalu terpenuhi dan meminimalisir gangguan yang bisa menyebabkan indukan merasa terganggu/terancam.setelah anakan memasuki usia 5 hari kita bisa memberikan jangkrik yang dipotong kecil-kecil.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Penangkaran Burung Pleci - Breeding Burung Pleci Menggunakan Sangkar Gantung

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Jiaka Ada Komentar Jangan Ragu Ragu !!!