Monday, 11 February 2019

Magot BSF akan Gantikan Kroto - Maggot BSF, EF Alternatif Bagi Burung Berkicau, Bakal Menggeser Kroto?

Magot BSF akan Gantikan Kroto - Maggot BSF, EF Alternatif Bagi Burung Berkicau, Bakal Menggeser Kroto? - Belakangan ini banyak sekali media cetak maupun media online yang mewartakan tentang maggot. Maggot adalah larva dari serangga bernama black soldier fly (BSF), atau bisa diterjemahkan sebagai lalat tentara hitam. Nama ilmiahnya Hermetia illucens.



Larva lalat tentara hitam
Larva lalat tentara hitam / black soldier fly (BSF), pakan alternatif untuk burung kicauan, ikan, dan aneka reptil | Foto: Mitra Peternak Indonesia / Koloni BSF Indonesia.

Maggot dapat dijadikan pakan tambahan / extra fooding (EF) alternatif untuk berbagai jenis burung, termasuk burung-burung kicauan. Selain aman, maggot juga mengandung kadar protein yang tinggi.
Tak hanya burung, larva tersebut juga sudah banyak digunakan para peternak itik dan pembudidaya ikan (termasuk lele). Bahkan maggot juga bisa dijadikan umpan andal bagi para pemancing. Berbagai jenis reptil pun menyukai pakan tersebut.

Apabila dibedah lebih lanjut, budidaya maggot juga bisa dilakukan berbarengan dengan pengolahan sampah organik. Sudah banyak institusi serta kelompok masyarakat yang mengolah sampah organik dengan memanfaatkan budidaya maggot.

Tidak heran jika dalam waktu singkat, bermunculan kelompok-kelompok peternak maggot di Tanah Air. Misalnya Koloni BSF Indonesia / Mitra Peternak Indonesia yang bermarkas di Kabupaten Cianjur, tapi anggotanya telah tersebar di seantero negeri.

budidaya maggot
Prospek cerah budidaya maggot | Foto: Mitra Peternak Indonesia / Koloni BSF Indonesia.

Dalam penelusuran omkicau.com, budidaya maggot juga makin menjamur di berbagai negara. Tidak hanya itu, kalangan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri juga telah melakukan penelitian / riset mengenai maggot dan / atau lalat tentara hitam (BSF).

Sekilas mengenai lalat tentara hitam (BSF)

Black soldier fly / BSF atau lalat tentara hitam (Hermetia illucens) merupakan salah satu dari ribuan spesies lalat  yang ada di dunia. Wilayah persebarannya sangat luas, karena sejak lama juga dijumpai di wilayah Indonesia.

Lalat tentara hitam
Lalat tentara hitam / black soldier fly (Hermetia illucens) | Foto: Wikipedia

Berbeda dari beberapa spesies lalat lainnya, BSF justru memiliki banyak manfaat bagi manusia serta binatang /  hewan. BSF bukanlah vektor penyakit sebagaimana lalat hijau / lalat sampah, melainkan termasuk jenis lalat yang bersih dan bersahabat dengan manusia.

BSF
BSF termasuk jenis lalat bersih dan bersahabat dengan manusia | Foto: Wikipedia

Masa hidup lalat ini hanya sebentar, sekitar 7 hari. Selama dalam fase lalat, BSF hanya minum, tanpa makan. Dalam fase hidupnya yang sangat singkat itu, BSF jantan dan betina dewasa akan melakukan perkawinan untuk menghasilkan generasi berikutnya.
Saat kawin (mating), posisi tubuh BSF jantan dan betina saling membelakangi. Apabila sudah kawin, induk betina akan menghasilkan 500-900 butir telur. Telur-telur ini kemudian menetas menjadi larva.

BSF jantan
BSF jantan (kiri) dan betina sedang kawin | Foto: Wikipedia

Sekilas mengenai maggot
Nah, ketika menjadi larva, mereka disebut maggot. Fase larva ini berlangsung cukup lama, sekitar 30 hari atau lebih. Selama dalam fase larva, maggot membutuhkan pakan yang bersifat organik.
Namun Anda tak perlu khawatir, karena sampah / limbah organik menjadi pakan kesukaannya. Tak heran jika maggot dapat dimanfaatkan untuk menekan limbah organik yang selama ini menjadi masalah serius di negeri ini.

BSF betina
BSF betina sedang mengeluarkan telur-telurnya | Foto: Wikipedia

Kemampuan maggot dalam melahap pakan organik terbilang sangat fantastis. Bayangkan, setiap 10.000 larva mampu menghabiskan 1kg pakan organik, hanya dalam waktu 24 jam.

Untuk menghasilkan larva sebanyak 10.000 juga tidak sulit. Anda cukup memiliki 20 ekor BSF betina. Karena setiap betina bisa menghasilkan 500 – 900 butir telur (kita ambil minimalnya saja).
Maggot yang paling disukai burung, itik, ikan, dan reptil biasanya berumur 10-14 hari. Pada umur itu, maggot terlihat segar, berwarna kuning-keputihan, dengan tekstur lunak, jauh lebih lembut daripada jenis serangga lain yang biasa diberikan kepada burung.

ternak maggot
Larva BSF umur 10-14 hari, warna kuning-keputihan, tekstur lembut | Foto: Wikipedia

Hal inilah yang membuat hampir seluruh jenis unggas (termasuk burung) sangat menyukai maggot. Beberapa kicaumania sudah mencoba penggunaan maggot untuk burung kicauan. Hasilnya, burung terlihat sehat dan aktif. Maggot juga diyakini dapat merangsang burung yang macet bunyi, menjaga birahi, dan melancarkan proses mabung.
Bagaimana kalau burung diberi maggot yang berumur lebih dari 14 hari? Ya nggak apa-apa. Burung masih mau mengkonsumsinya. Hanya saja, jika maggot sudah berumur lebih dari 20 hari, teksturnya sudah lebih keras.
Bahkan ketika sudah berumur 30 hari , larva terlihat kehitaman. Namun larva yang lebih tua ini bisa diolah menjadi tepung yang kaya gizi.

larva BSF
Larva BSF umur 30 hari atau lebih, warna agak kehitaman | Foto: Koloni BSF Indonesia

Analisis kandungan gizi maggot
Kalau omkicau.com menyebut maggot bisa dijadikan EF alternatif bagi burung berkicau, itu sangatlah beralasan. Sebab kadar proteinnya sangat tinggi, sehingga bisa diberikan (dalam kondisi apa adanya) kepada burung, itik, ikan, dan aneka reptil. Maggot juga dapat diolah menjadi tepung kaya gizi.
Kandungan protein maggot jauh lebih tinggi ketimbang beberapa jenis serangga yang kerap diberikan kepada burung, misalnya jangkrik dan ulat hongkong. Coba perhatikan tabel di bawah ini:
kandungan gizi maggot
Maggot juga mengandung sejumlah asam amino esensial (penting) serta aneka mineral yang cukup lengkap, seperti terlihat dalam tabel berikut ini:
kandungan gizi maggot
Melihat kemanfaatannya, sangat dimungkinkan jika suatu saat nanti banyak kicaumania yang beralih menggunakan maggot sebagai EF untuk burung-burung piaraannya. Tak menutup kemungkinan akan menggeser popularitas kroto, yang meski sudah bisa dibudidayakan namun kalah simpel dibanding budidaya maggot.
Sejumlah peternak lele, pembudidaya ikan, dan peternak itik juga sudah menggunakan maggot sebagai salah satu bahan pakan. Hasilnya, terdapat efisiensi biaya pemeliharaan, sehingga keuntungan usaha pun menjadi lebih besar.

itik makan maggot
Itik-itik lahap menyantap maggot | Foto: Koloni BSF Indonesia

Indonesia sebagai negeri yang berlimpah sinar matahari sangat cocok untuk budidaya lalat tentara hitam (BSF), untuk menghasilkan maggot yang kaya gizi. Lalat ini dapat dibudidayakan dalam bedeng atau kandang, sehingga pembudidaya dapat memanen hasilnya secara terus-menerus.
Bagaimana cara budidaya maggot, silakan simak artikel ini: Budidaya maggot: Mengenal morfologi dan siklus hidup BSF (lalat tentara hitam)(OK-1)

Semoga bermanfaat.

omkicau.com
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner