Menyadari pentingnya memahami karakteristik pada tiap-tiap jenis burung kicau, Blog ini akan membantu Untuk memahanmi 50 Jenis Burung Kicau Lengkap dengan Tips Perawatanya.

Burung Murai Batu - Siklus Produksi dan Pertumbuhan Burung Murai Batu - Penangkaran Burung Murai Batu

Burung Murai Batu - Siklus Produksi dan Pertumbuhan Burung Murai Batu -  Penangkaran Burung Murai Batu - Burung Murai Batu - Burung-Burung Murai Batu ini mungkin lebih produktif selama puncak musim kawin. Bila mereka mendapatkan pasokan makanan yang lebih baik juga produktif. Mungkin ada 1-2 sarang pemusim berkembang biak, dan masing-masing mungkin berisi 3-5 tlur. Kedua indukan Burung Murai Batu Jantan dan betina berperan selama berkemban baik. Betina membangun sarang dari akar, daun dan abtang pakis. Setelah sarang jadi mereka akan melakukan kopulasi, yang terjadi beberapa kali, biasanya jantan akan rajin berkicau dengan semangat sebelum kawin. Membangun sarang 2-3 hari. Inkubasi (pengeraman) berlangsung antara 12-15 hari dan dapat dilakukan oleh betina dan keduanya. tergantung karakter pasangan. Waktu antara membangun saran dan bertelur biasanya sekitar 5-7 hari.
Burung Murai Batu - Siklus Produksi dan Pertumbuhan Burung Murai Batu -  Penangkaran Burung Murai Batu

Satu telur diletakkan perhari, namun semua telur biasanya menetas pada hari yang sama selama jam-jam pagi. Telur-telur berwarna terang bila di terawang di cahaya. dengan cangkang kebiruan, bintik-bintik berwatna coklat kemerahan, dan ukuran sekitar 17 hingga 2 milimeter (0,7 sebesar 0,9 inci). Piyikan belum membuka mata dan berbulu. Mata tersebut setelah 6  hari dan bulu sepenuhnya berkemabang setelah 11 hari, setelah itu disebut teotolan dan murai tremaja ini mulai bersolek dan berani mandi. Kedua indukan berpartisipasi dalam membauang kooran dari sarang dan memberi makan piyikan. Dalam satu studi, tingkat kelangsungan hidup sekitar 70% dalam 10 hari pertama setelah menetas dan tingkat kelangsungan hidup murai muda yang mulai keluar sarang adalah antara 65%-83%, dengan keberhasilan yang lebih besar dalam anak-anak kedua.
Burung Murai Batu - Siklus Produksi dan Pertumbuhan Burung Murai Batu -  Penangkaran Burung Murai Batu

Ada angka kematian lebih besar selama hari-hari terakir mereka keluar dari sarang. Selama depan hari pertama, berat piyik meningkat hampir dua kali lipat setiap hari. Ini kemudian diikuti dengan penurunan yang signifikan dalam tingkat pertumbuhan. Pada hari ke-10 piyikan umumnya berukuran antara 70-80 dari berat dewasa. MUlai meninggalkan sarang pada 12-13 hari setelah menetas, dan temaja dapat makan secara mandiri setelah umur 26 hari setelah menetas

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Burung Murai Batu - Siklus Produksi dan Pertumbuhan Burung Murai Batu - Penangkaran Burung Murai Batu

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Jiaka Ada Komentar Jangan Ragu Ragu !!!