Menyadari pentingnya memahami karakteristik pada tiap-tiap jenis burung kicau, Blog ini akan membantu Untuk memahanmi 50 Jenis Burung Kicau Lengkap dengan Tips Perawatanya.

Penangkaran Burung Kacer - Perlunya Managemen Penangkaran Dalam Menangkarkan Burung Kacer

Penangkaran Burung Kacer - Perlunya Managemen Penangkaran Dalam Menangkarkan Burung Kacer - Breeding perlu menagemen? Bukankah asal burung dikasih makan cukup, produksi dan anakan terjual dengan harga pantas masalah sudah selesai. Bukankah asal si peternak tidak lagi nombok buat perawatan sehari-hari berarti aktivitas breeding sudah untung dan berarti breeding sudah dikatakan sukses?

Jawaban di atas mungkin saja benar, dan arena itu juga menjadi bagian dari aktivitas breeding bagi kebanyakan peternak burung berkicau di tanah air. Jarang yang benar-benar menerapkan pola manajemen modern, melakukan pencatatan dengan teliti setiap ada masalah misalnya, mencatat semua penjualan berikut siapa dan dimana konsumennya, juga punya catatan/recordingyang rapi dan lengkap tentang se luruh piyikan (no ring, tanggal lahir, kandang, indukan, silsilah dan informasi yang diperlukan.

Breeding pemula atau awalnya biasanya juga masih terlalu terbayang akan keuntungan yang akan didapatkan bisa usahanya berhasil. Secara matematis, btreeding memang memberiakan margin keuntungan yang besar. Namun para calon breeding bisanya kurang memperhatikan faktor resiko, yang juga tak kalah besar dibandingkang dengan potensi keuntungan yang bakalan diraih.

Sesungguhnya menagemen resiko semestinya digaris depankan untuk dipelajari dengan seksama sebelum memutuskan untuk tujuan ke dunia breeding. Kecuali bila maksud dari membreeding memang lebih sebagai bagian dari hobi, dan belum mengarah pada kegiatan binis.

Agus Gamping, salah satu peternak yang sudah menerapakan manajemen midern dalam breeding menggungkapkan, bahwa para peternak apalag calon peternak sejak awal harus menyadari, bahwa sejujurnya breeding itu tidak semudah teorinya. "Banyak sekali masalah dan kendala yang sangat khas, yang tiap pasangan akan mengalami maslah berbeda, dan dibutuhkan pendekatan berdeda pula unttuk mengatasi atau mencari solusinya."

Potensi kegagalan harus dihitung dari awal. Misalnya, jangan menghitung bahwa semua indukan akan berprosukdi dengan lanjar sepanhang tahun dan rutin dalam periodesasinya. "Hitungan saya, kalau kita sudah prosukdi lancar rata-rata 30% dari total indukan itu sudah bagus. Bila dalam setahun atau lebih, kita punya sepuluh pasang indukan dan rata-rata dalam satu periode (misalkan rata-rata perbulan) 3 pasang diantaranya produksi, itu sudah sangat bagus. Sebab setiap pasang indukan punya masalah sendiri sehingga ada waktu istirahatnya, misalnya mabung selama beberapa bualan".

Perlu manajemen dalam breeding juga sangat diakui Heri GAT dari Salatiga. Baginya, mengurus breeding itu tak beda dengan mengurus perusahaan. Kalau dikerjakan dengan sistem yang baik akan berkembang. Sebaliknya, kalau asal-asalan pasti akan berantakan di tengah jalan. Berbekal pengalaman sebagai bankir di salah saru bank pemerintah ternama, Hari berusaha menerapkan ilmu manajemen yang diketahuinya dalam melakukan usaha breesing. dengan pasti, breeding Anis Kembang yang dikelolanya pun terus berkembang.

Hari tak hanya sekedar bisa membuat breedingnya cukup produkti, tapi juga bisa menghasilkan anakan anis kembang yang berkualitas, sehingga banyak dicari, tentu harganya juga relatif lebih tinggi dari pada yang asal anakan anis kembang. "Sekarang prioritas memaqng mengarh pada seleksi indukan untuk meningkatkan kualitas, bukan pada kuantitas."

Membangun sebuah breeding dalam pengertian fisik itu mudah, tapi merawat supaya tetap berjalan dan kemudian berproduksi, itu yang tidak gampang. Kandang penangkaran, juga indukan (bila perlu bedol kandang), bisa dengan mudah dilakukan oleh mereka yang punya uang. Namun banyak kasus di tempat yang baru itu ( Dengan bangunan yang didesain modern, dengan pendekatan alami dan dianggap cocok serta nyaman buat si burung). Selama tahunan tidak menghasilkan apa-apa, akhirnya si breeder pun jenuh dan akhirnya terbengkalai.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Penangkaran Burung Kacer - Perlunya Managemen Penangkaran Dalam Menangkarkan Burung Kacer

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Jiaka Ada Komentar Jangan Ragu Ragu !!!